Jelakun KRL Lyfe

Biskuit Tape Stasiun Cawang, Bringing Back Old Memories

Nggak terasa, ternyata udah 7 tahun wajah KRL Jabodetabek berubah. Masyarakat yang dulu dibedakan ke dalam kelas eksekutif dan ekonomi, sekarang udah disatuin dalam rangkaian gerbong yang sama bernama commuter line. Tiket yang dulunya pake kertas, sekarang udah berubah jadi kartu elektronik. Peron yang dulu dipenuhi kios-kios pedagang, sekarang juga udah steril. Sebuah perubahan yang patut diapresiasi, kan?

Tapi tau nggak sih? Everything can change, unless memories.

Kadang kalo lagi nunggu kereta dan tiba-tiba kelaperan di peron, suka kangen deh momen-momen jajan di peron yang masih dipenuhi pedagang. Oh bukan, bukan berarti gue menyesali segala perubahan baik yang udah terjadi. Gue sangat bersyukur atas segala perubahan baik dari moda transportasi massal warga Jabodetabek ini. Hanya aja… kangen. Sebenarnya sekarang masih bisa kok jajan tanpa harus keluar stasiun, cuma rasanya beda aja. Bukan masalah jenis makanan dan kios-kios yang jualnya, tapi lebih ke arah pengalamannya.

Tujuh tahun berlalu lalang di ibu kota naik KRL, gue coba memperhatikan stasiun-stasiun yang gue lewati ketika pergi kuliah, berangkat-pulang kerja, bahkan ketika mau hangout sama temen. Dan akhirnya gue ‘ngeh’ kalau Stasiun Cawang bisa mengobati kerinduan gue akan jajan di peron.

Stasiun yang terletak di Jalan Tebet Timur ini sebenarnya pernah jadi transit point gue menuju kantor selama setahun. Dari sana gue jadi tambah aware deh kalau salah satu peron Stasiun Cawang berdampingan dengan jalan setapak di sekitar pemukiman warga. Nah, di jalan itulah ada beberapa pedagang yang menjajakan makanan. Ada bubur sumsum, mie ayam, sampe gorengan. Tapi, setelah ngeh gue nggak langsung cobain, masih takut kalau diomelin petugas PKD karena jajan dan makan di peron. Procastinated. Procastinated. Sampai akhirnya, ngeliat postingan @darihaltekehalte yang ngasih tau kalau ada biskuit tape di Stasiun Cawang, tepatnya di deretan pedagang samping peron arah Jakarta Kota. Gue pikir, “Asik, nggak usah keluar stasiun buat beli. Cukup jajan dari peron aja.”

Seminggu kemudian, gue akhirnya bisa merealisasikan rencana lama untuk jajan di sini.

Dan bener dong…. Biskuit tapenya seenak yang digembar-gemborkan teman-teman @darihaltekehalte. Tekstur biskuit tiga lapis yang renyah diisi tape yang nggak pelit dan ditambah taburan gula di luarnya. It’s so gewwwwd! Terus yang lebih exciting lagi, belinya bisa dari peron tanpa keluar stasiun. Tinggal panggil abangnya, nanti abangnya nyaut dan nyiapin pesanan kita. Setelah itu abangnya nyamperin dan kita akan melakukan transaksi lewat terali peron. And surprisingly, nggak diomelin sama petugas PKD, bahkan banyak yang jajan juga.

BACA JUGA: Recharge Energi Setelah Bergulat di KRL dengan Mie Aceh Stasiun UP

Oiya, selain menjual biskuit tape, abangnya juga jual aneka gorengan yang lain seperti combro dan misro. Untuk harganya, biskuit tape dikenakan 2 ribu, sedangkan combro dan misro seribu.

Biskuit enak + legend + pengalaman jajan kayak dulu = combo special!

Sejak saat itu, gue jadi keranjingan biskuit tape Stasiun Cawang. Pokoknya harus berhenti di Cawang, gapapa harus nunggu kereta lagi. Pokoknya juga seluruh dunia harus tau kalau ada jajanan enak, legend, dan membangkitkan kenangan lama yang menyenangkan. Gue beli untuk dimakan temen-temen di kantor. Gue share di akun media sosial. Sampe gue lupa kalau biskuit tape Stasiun Cawang ini termasuk gorengan dan setelah seminggu makan biskuit ini terus-terusan, tenggorokan gue bermasalah. Hehehe. Well, yang berlebihan emang nggak baik, ya.

Anyway, terima kasih kepada para pedangan di Stasiun Cawang. Akhirnya gue udah menemukan tempat bernostalgia buat jajan di peron tanpa harus keluar stasiun. Dan bonusnya, biskuit tape Stasiun Cawang ini worth to try.

————————————————————————————-

BISKUIT TAPE STASIUN CAWANG
🚉: Stasiun Cawang, Peron arah Jakarta Kota
💰: Rp2000,-/pcs
⏰: 6 pagi – dagangan habis

————————————————————————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *