Kereta Anjlok di Bogor
KRL Lyfe Tips

Kereta Anjlok di Bogor: Begini Cara Menyelamatkan Diri saat Kondisi Darurat

Kabar duka datang dari dunia perKRL-an hari ini. KRL jurusan Jatinegara-Bogor pagi tadi anjlok dan tertimpa tiang LAA yang berukuran cukup besar di antara Stasiun Cilebut dan Bogor, tepatnya di daerah Kebon Pedes. Akibat kecelakaan KRL ini, relasi perjalanan menuju Bogor pun ditutup sementara hingga proses evakuasi selesai. Tak hanya itu, insiden kereta anjlok di Bogor ini juga menyebabkan beberapa penumpang dan seorang masinis terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Workout ini Bisa Bikin Kamu Jadi Anak Kereta yang Kuat

Sebagai pejuang KRL yang setiap hari berkutat dengan kegaduhan KRL, saya turut berduka atas insiden ini. Saya pribadi pun tidak bisa membayangkan bagaimana jika saya yang ada dalam kondisi tersebut. Melihat video amatir yang tersebar di grup WA saja sudah begitu mencekam, bagaimana saat kejadian? Lebih naasnya, saya baru sadar bahwa sebagai anker saya belum membekali diri saya dengan kemampuan untuk menyelamatkan diri jikalau sewaktu-waktu saya yang ada dalam kondisi tersebut. Untuk itu, dalam artikel ini saya ingin berbagi sedikit tips penyelamatan diri yang saya kumpulan dari linimasa Twitter dan beberapa sumber di Google.

Luangkan Waktu untuk Mengamati Lokasi Alat Bantu Darurat

Seperti kita tahu, mayoritas KRL yang beroperasi merupakan KRL yang diimpor dari Jepang. Dan KRL tersebut pun saat ini sudah tidak dilengkapi dengan palu pemecah kaca sebagai alat bantu darurat, melainkan diganti dengan katup angin.

Katup angin merupakan alat bantu darurat yang digunakan untuk membuka pintu kereta saat dalam keadaan darurat. Biasanya, lokasi katup angin ini terletak di ujung kursi bagian bawah. Lokasi ini cukup terjangkau bahkan untuk anak-anak sekali pun.

Jadi, sangat disarankan untuk selalu mengamtai lokasi katup pintu tersebut dan juga jangkauannya dari tempat duduk ataupun tempat kita berdiri, ya.

Masyarakat Indonesia sudah Familiar dengan Pemecah Palu, Mengapa tidak Pemecah Palu Saja?

Ada beberapa pertimbangan yang membuat pemecah palu mulai ditinggalkan. Pertama, penumpang membutuhkan tenaga dan waktu untuk memecahkan kaca. Kedua, pecahan kaca serta serpihannya akan rentan melukai tubuh pengguna dan penumpang di sekitarnya.

Sedangkan jika menggunakan katup angin, penumpang tidak membutuhkan tenaga lebih untuk membuka pintu kereta. Selain itu, lokasinya juga dapat dijangkau oleh siapa pun. Namun, salah satu kontra yang masih diperdebatkan adalah ketika kondisi KRL sedang penuh sesak. Tentu akan sangat sulit menjangkau posisi katup angin yang terletak di bawah. Mengapa? Karena dalam kondisi penuh sesak tentu segala pergerakan kita terbatas, bukan?

Mengenal Katup Angin

Umumnya, setiap gerbong kereta terdapat setidaknya 1 katup pintu sentral, 4 katup pintu individu, serta 1 katup pintu sentral yang terletak di luar gerbong. Masing-masing katup pun memiliki fungsi masing-masing.

Lokasi katup angin pintu individu pada rangkaian Tokyu 8000/85000
Posisi katup angin pintu individu pada gerbong 6 pintu JR 205
Posisi katup angin pintu sentral pada bagian luar KRL

Bagaimana Cara Kerja Katup Angin?

Pada dasarnya, katup pintu berfungsi menahan angin agar pintu kereta tertekan dan menutup. Membuka katup angin berarti melepaskan angin yang tertahan dan membuat pintu menjadi mudah untuk dibuka.

Setiap jenis katup angin punya fungsinya masing-masing. Katup angin pintu sentral dapat digunakan untuk membuka semua pintu dalam satu gerbong kereta. Ingat, hanya satu gerbong kereta, bukan satu rangkaian kereta. Berbeda dengan katup angin pintu sentral, katup angin pintu individu hanya dapat membuka satu pintu saja.

Setelah Menemukan Lokasi Katup Angin, Pahami Cara Penggunaannya

Ada beberapa langkah dalam menggunakan katup pintu dalam usaha penyelamatan diri:

Buka

Pertama, jangkaulah katup angin dan buka. Membuka katup pintu bisa dilakukan dengan beberapa cara: didorong, ditarik, atau bisa keduanya tergantung jenis penutupnya. Jika penutup katup pintu individu yang terletak di bawah bangku tidak dapat dibuka, gunakan cara lain seperti melepas bangku KRL untuk menjangkau katup tersebut.

Membuka katup angin dengan cara mendorong pada KRL eks Tokyo Metro (Seri 6000, 7000, dan 05)
Diputar-ditarik (tidak dicelupin) adalah cara membuka katup pintu sentral yang terletak di dinding KRL

Tarik

Setelah pintu katup angin terbuka, tarik gagang pada katup. Cara membuka gagangnya sama dengan ketika kita membuka keran air. Saat gagnag katup sudah berhasil ditarik secara sempurna, maka akan terdengar bunyi angin yang terlepas. Itu adalha pertanda bahwa pintu KRL sudah tidak punya tekanan dan dapat dibuka secara manual.

Tarik keran sampai terdengar bunyi angin mendesis

Geser

Selanjutnya, geser pintu KRL secara manual untuk menyelamatkan diri setelah angin yang menekan pintu telah habis terbuang.

Nah itu dia sedikit informasi mengenai cara menyelamatkan diri saat kondisi darurat dalam KRL. Semoga dengan insiden KRL anjlok di Bogor membuat kita semakin aware untuk membekali diri dengan kemampuan penyelamatan diri, ya. Dan semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan YME. Aamiin.

Sekian postingan yang cukup berfaedah dari Anak Kereta hari ini. Sampai ketemu di postingan selanjutnya!

Source: http://anditetsudo.blogspot.com/2015/05/katup-pintu-krl-fitur-keselamatan-pada.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *