kereta bandara | anak kereta
Indonesia Rail Journeys

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Coba Naik Kereta Bandara

Mengingat lokasi bandara yang terletak jauh dari pemukiman, nggak heran jika untuk menjangkaunya kita perlu usaha lebih dibanding ketika kita menjangkau stasiun kereta api dan terminal bis. Sebenarnya, di Jakarta sendiri sudah banyak transportasi yang disediakan untuk menjangkau bandara, sebut saja DAMRI dan taksi. Terlepas dari pro dan kontra kereta bandara yang menurut kebanyakan orang tidak efektif, Railink atau kereta bandara ini bisa dibilang jadi alternatif terbaik untuk menjangkau Bandara Soekarno-Hatta, lho.

Kenapa Railink jadi alternatif terbaik untuk menjangkau bandara? Berikut alasan yang ANAK KERETA rangkum.

Bebas Macet

Railink kereta bandara punya time table sendiri yang nggak bisa diganggu gugat, mau sama KRL sekalipun. Kecuali kehendak Tuhan, masih bisa. Makanya KRL suka ngalah dan mempersilakan relnya dilewati kereta bandara dulu.

Sebenarnya sedih sih sebagai anak KRL, tapi mereka yang naik kereta bandara bayarnya lebih mahal. Sedangkan kita cuma 3 ribu. *melipir ke gerbong masinis*

Jadi karena jalanan sendiri dan prioritas, say good bye to macet deh.

Cashless

ticket machine | anak kereta
Ticket Machine yang ada di Stasiun Kereta Bandara
kereta bandara | anak kereta
Tiket berbentuk kertas dengan QR Code yang bisa di-scan di gate in dan gate out

Alasan yang ini cocok banget sama generasi millennials yang suka lupa bawa uang tunai. Pasalnya, pembelian tiket kereta bandara full menggunakan metode cashless. Di setiap stasiun disediakan ticket machine yang dapat melayani pembayaran melalui kartu kredit maupun debit.

Pelayanan Ramah

kereta bandara | anak kereta
Information Counter
kereta bandara | anak kereta
Petugas yang siap mendampingi penumpang yang membeli tiket

Baru pertama kali naik kereta bandara? Nggak ngerti harus ngapain dulu? Tenang, ada Mbak dan Mas cantik, tampan nan wangi yang akan membantu kamu. Mau tanya-tanya? Tinggal datang ke resepsionis. Nggak ngerti cara beli tiket cashless? Jangan nangis, mereka akan mendampingi kamu kok di samping mesin tiket. Tapi sayangnya, mereka nggak bisa mendampingi kamu di pelaminan. #eaaa

Pokoknya jangan panik dan jangan tebar kemenyan.

Interior Keren dan Nyaman

kereta bandara | anak kereta

Udah bayar mahal-mahal, tapi ternyata keretanya B aja? Nggak berlaku deh untuk Railink kereta bandara.

Badan kereta dibentuk dari baja antikarat atau dikenal dengan stainless steel yang sudah diwarnai putih dengan corak garis berwarna jingga dan biru. Sedangkan di bagiannya depannya, terdapat logo Railink berwarna emas.

Interior yang disediakan juga dijamin kece dan nyaman. Kursinya cakep, ada bagasi yang luas untuk barang bawaan, toilet kering yang bersih, dan yang paling penting adalah charging port USB yang siap mengisi ulang daya baterai gadget kamu.

bagasi barang | anak kereta
Bagasi Barang
kereta bandara | anak kereta
Toilet Kering yang Bersih
kereta bandara | anka kereta
Port USB

Soal kapasitas, kereta bandara Railink dapat menampung maksimal 272 penumpang pada satu rangkaian yang terdiri dari 6 kereta, lho.

Ramah untuk Difabel

kursi prioritas | anak kereta
Kursi Prioritas yang Ada di Dekat Pintu

Mengingat transportasi khususnya di kota besar seperti Jakarta diperuntukkan bagi semua kalangan, maka sudah jadi suatu keharusan adanya tempat tersendiri untuk difabel. Di dekat pintu dalam kereta bandara, selain disediakan kursi prioritas bagi mereka yang membutuhkan, juga disediakn space untuk kaum difabel yang menggunakna kursi roda.

Nah, itu alasan-alasan kenapa Railink kereta bandara jadi alternatif terbaik untuk kamu yang mau ke bandara. Gimana? Udah kepengen naik kereta bandara? Atau ada yang udah pernah naik? Share dong pengalamannya di komen. 😀

Nama perusahaan: PT Railink
Asal sistem penggerak: Bombardier Transportation, Eropa
Diproduksi oleh: INKA (Industri Kereta Api Indonesia), Madiun, Jatim
Badan kereta terbuat dari: Stainless Steel
Jumlah kereta dalam 1 rangkain: 6
Kapasitas Penumpang: 272
Tarif: Mulai 35 ribu – 70 ribu

Foto oleh: Radityo Ladinegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *