Milenial Coffee

Milenial Coffee, Coffee Shop Nyaman dekat Stasiun UP

Discovering Somenthing Place

Selama WFH, tiga puluh persen aktivitas gue habiskan untuk mencari tempat kerja yang nyaman. Sejauh ini kalau butuh tempat yang aman dari gangguan anak-anak bulu di rumah, biasanya gue dulu melipir ke Starbucks atau Alfa X Margonda. Pokoknya tempat yang kondusif untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan penting dan menumpuk.

Pemilihan tempat itu pun ada kriterianya. Yang utama adalah soal ramai dan tidak. Apalagi sekarang lagi pandemi. Sebisa mungkin gue akan memilih tempat yang nggak terlalu ramai. Nah kemarin gue menemukan satu alternatif tempat lagi untuk kerja. Nilai plusnya, lokasinya dekat dari rumah dan tentu saja bisa dijangkau dengan kendaraan umum.

BACA JUGA: Main Bareng Kucing di Anabul Cafe


Setelah sekian lama cuma lewat di depannya aja kalau jalan kaki dari Stasiun Universitas Pancasila, akhirnya siang kemarin gue memutuskan untuk mampir dan dine in di sebuah coffee shop bernama Milenial Coffee. Oh, nggak kok. Gue nggak typo. Nama coffee shop-nya emang Milenial, bukan Millennial.

Sebelumnya gue juga pernah mampir untuk take away minumannya aja. Nggak pakai dine in karena saat itu udah malem dan capek setelah seharian WFO. Untuk menu yang gue pilih saat itu adalah green tea latte dan rasanya cukup diterima di lidah gue. Cuma agak pricey ya menurut gue karena harganya sekitar 27ribu untuk ukuran satu cup.

Milenial Coffee berlokasi 200m dari Stasiun KRL Universitas Pancasila. Tepatnya di Jalan Raya Lenteng Agung yang merupakan jalur lambat arah ke Depok. Buka pada hari Senin-Sabtu dengan jam operasional 2 siang sampai jam 1 malam. Oleh karena itu, nggak heran kalau jam-jam ramainya coffee shop ini adalah ketika malam hari. Karena saat malam persis di depan coffee shop ini ada ayce alias kedai dine in all you can eat.

Dan karena peak hournya malam, jadi saat gue dine in di sana pun hanya dua pengunjung, termasuk gue. Sementara itu, pengunjung satu lagi hanya beli minum dan duduk sekitar satu jam kemudian pergi.

Gue? Duduk 4 jam sampai selesai Magrib baru pulang. Dan karena gue nyadar diri, jadi gue nggak pesan minum aja, tapi juga pesan makanan walau nggak pakai nasi.

Milenial Boba

milenial coffee

Milenial Regal dan Sate Taichan

Untuk menu minumannya cukup lengkap dari segi kategorisasinya. Mulai dari coffee based, milk based, sampai tea based. Waluapun menu makanannya tidak lebih variatif dari minumannya, tapi setidaknya bisa buat mengganjal perut. Ya Namanya juga coffee shop, masa sandingan menunya pakai nasi uduk sama pecel ayam. Nggak mashook dong, Pak Eko. Ehehehehe.

Nah ini untuk menu-menu yang tersedia di Milenial Coffee.

Secara ambience sih menurut gue cukup kondusif kalau untuk nugas dan numpang kerja. Bangkunya juga enak buat didudukin. Eh tapi statement gue barusan bener kok, bukan ngelawak. Karena emang banyak tempat makan yang bangkunya bikin sakit kalau duduk kelamaan. Karena objektif gue adalah numpang kerja dan otomatis akan banyak menghabiskan waktu dengan duduk, faktor kenyamanan bangku jadi penting buat gue.

Bisa dilihat sendiri di foto ini…

Milenial Coffee

Salah satu sudut di Milenial Coffee

Milenial Coffee

Ambience Milenial Coffee

Ambience Milenial Coffee

Ambience Milenial Coffee

Last but not least, koneksi wifi. Soal koneksi wifi ini gue agak tercengang karena menurut gue koneksi internet di coffee shop ini cepet banget. Menurut gue. Gue coba tes dan hasilnya segini. Menurut kalian ini cepet atau biasa aja?

Speed koneksi internet

Itu dia sekilas review organik tanpa endorse dan traktiran. Overall nyaman kok untuk nugas dan kerja. Selain itu juga dekat dari stasiun kereta. Kalau lagi butuh tempat nugas atau kerja bisa masukkin coffee shop ini sebagai pilihan, ya.

Milenial Coffee

Tampak depan

——————————————–

ANABUL CAFE

🚉: Stasiun Universitas Pancasila
💰: Mulai dari Rp5.000,-
⏰: 2 siang-1 malam
👍: WIFI Ok!

——————————————–

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    Rizky Pradana
    April 13, 2021 at 8:56 am

    Interiornya ternyata oke juga ya.
    Tiap pulang kerja hampir pasti lewat sini, karena di percabangan setelah Stasiun Lenteng saya hampir selalu ambil jalur kiri.

  • Leave a Reply

    Scroll Up