Orang Indonesia Bisa Antre | Anak Kereta
News

Orang Indonesia Nggak Bisa Antre?

Kemarin sore, saya terkejut melihat linimasa seorang pengguna di twitter. Sebuah video yang diretweet olehnya membuat saya takjub, Pertama, caption-nya sangat mentriger saya untuk menonton videonya. Kedua, caption-nya juga merupakan sebuah pertanyaan yang bertolak belakang dengan fakta yang selama ini saya temui.

Bunyinya seperti ini,

Siapa bilang orang Indonesia ngga bisa antri?

Kemudian karena begitu ter-trigger, saya pun mengklik button play pada tautan video tersebut.

Kemudian saya takjub. Pemandangan orang-orang antre hanya untuk menaiki sebuah halte transjakarta di salah satu area perkantoran di Jakarta membuat saya terenyuh dan menambah secercah peluang bagi mimpi saya untuk membuat transportasi umum di Indonesia menjadi lebih baik dan nyaman.

Berikut videonya.

Tweet-an tersebut mendapat banyak respons positif dari para warganet. Dan tanpa banyak pikir, saya pun turut membagikannya ke linimasa saya dengan menambahkan beberapa pesan untuk teman-teman yang menggunakan KRL. Kenapa? Karena saya berpikir kita butuh lebih banyak orang seperti ini.

Dan tentu saja tidak semua warganet setuju dengan pendapat saya mengenai imbauan untuk saling mengingatkan dalam menggunakan eskalator di stasiun. Karena memang saya paham, selalu ada pro dan kontra di setiap hal.

Di negara-negara maju seperti US, Hongkong, London serta Jepang sudah terlebih dahulu menerapkan budaya ini di keseharian dalam menggunakan transportasi umum. Dan saat ini mereka mulai memasuki tahap selanjutnya yaitu menghilangkan budaya ini dengan alasan keselamatan. Ini tidak salah, kok.

Baca juga: Begini Cara MRT Jakarta Ajak Masyarakat Tertib Bertransportasi Umum

Bagi saya, Indonesia saat ini masih dalam tahap melatih ketertiban mental masyarakatnya. Oleh karena itu, peraturan penggunaan eskalator (sisi sebelah kiri untuk diam dan sisi sebelah kanan untuk mendahului) pun menurut saya sebuah langkah yang baik untuk diterapkan.

Selain melatih ketertiban, menerapkan budaya ini juga melatih kita untuk berempati kepada mereka yang diburu waktu. Meski ada tangga konvensional, namun penggunaan eskalator untuk berjalan akan jauh lebih memangkas waktu. Mengingat juga eskalator di stasiun Indonesia tidak berjalan cepat layaknya eskalator di luar negeri. Jadi menurut saya budaya penggunaan eskalator ini masih aman dilakukan di Indonesia.

Nggak cuma di stasiun, tapi sebaiknya juga diterapkan di setiap tempat, terutama pusat perbelanjaan dan bandara yang tidak ada tanggak konvensional untuk mengejar waktu.

Jadi, bagaimana menurut kamu? Apakah budaya penggunaan eskalator ini baik atau tidak untuk Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *